Tampilkan postingan dengan label PNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PNS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

Wah, Banyak PNS Pindah Kantor ke Warung Kopi

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Garut Teddi Iskandar mengakui, banyak PNS Pemkab Garut yang lebih suka di warung kopi dibandingkan berada di ruangan kerja, sehingga pihaknya akan segera menerapkan tindakan disiplin.
Menurut Teddi Iskandar, sebagian pegawai yang berada di ruang kerja lebih banyak bermain game atau membuka situs jejaring sosial seperti facebook. "Banyak pegawai yang menghabiskan waktu bermain game atau buka facebook. Saya sangat menyesalkan hal itu," kata Teddi Iskandar, Rabu (16/12). Menurut dia, para pegawai yang seperti itu sudah menyepelekan disiplin waktu kerja. Karena itu, akan segera dilaksanakan kembali gerakan disiplin daerah (GDD) oleh Satuan Polisi Pamong Praja, di samping tentunya terus-menerus dilakukan pembinaan pegawai.
Sejak sepekan terakhir, sudah gencar diselenggarakan pembinaan disiplin pegawai, di antaranya untuk menyegarkan kembali pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30/1980 tentang disiplin PNS, kemudian pembinaan ke setiap kecamatan. Juga diingatkan kembali mengenai Undang Undang nomor 8/1974 tentang pokok-pokok kepegawaian, agar para PNS mematuhi seluruh peraturan yang berlaku.
Banyaknya pegawai yang meninggalkan ruangan kerja bisa mengakibatkan penurunan kualitas kinerja dan produktivitas layanan kepada masyarakat. "Karena pekerjaan menjadi tertunda bahkan dapat menyebabkan terlantar, padahal setiap saat bermunculan berbagai ragam pekerjaan baru," katanya. Bahkan belum lama ini, pernah ada pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan setempat tertangkap tangan saat sedang bermain judi di kantor, sehingga yang bersangkutan terpaksa diproses secara hukum. Sedangkan pelanggaran disiplin lain yang selama ini kerap terjadi, pulang sebelum waktunya serta terlambat masuk kantor KOMPAS.com

Rabu, 02 Desember 2009

jadi bandar Togel: Oknum Polisi dan PNS Diciduk

Karena terbukti menjadi bandar toto gelap (Togel), Brigadir Yoyok yang saat itu sedang dinas di salah satu polsek di Ponorogo, Jawa Timur, Senin (16/11), diperiksa di Mapolres setempat. Lima tersangka lainnya, salah satunya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Madiun, Basori, juga diamankan.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni uang, kertas rekap, kalkulator, dan telepon genggam milik keenam tersangka. Mereka dijerat pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang perjudian, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Khusus oknum polisi, kemungkinan akan dipecat. liputan6.com

Sabtu, 31 Oktober 2009

Makelar CPNS Bergentayangan, Kisaran Rp 80-120 Juta

Komisi A DPRD Kabupaten Mojokerto mencium tengara ‘permainan’ dalam penerimaan CPNS Kabupaten Mojokerto 2009 ini. Ditengarai adanya oknum-oknum birokrat yang menjadi makelar dengan menawarkan tarif masuk CPNS. Besaran harga ini berkisar antara Rp 80 juta hingga Rp 120 juta per orang.

Wakil Ketua DPRD Mojokerto RM Boedhi, Minggu (25/10) mengatakan, dirinya sudah mendengar makelar-makelar CPNS ini. “Ini fakta di lapangan. Mereka sudah bergerilya mencari orang yang ingin menjadi PNS dan mampu memberikan nutrisi,” katanya. Karena itu, lanjut RM Boedhi, agar penerimaan CPNS kali ini bisa berlangsung transparan seperti halnya tahun 2008 lalu, maka Komisi A DPRD Kabupaten Mojokerto meminta Pemkab Mojokerto melibatkan ITS (Institute Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya sebagai konsultan. “Rekomendasi ini sudah kami berikan ke eksekutif. Kalau memang benar-benar mau transparan, maka rekomendasi kami pasti digunakan,” ujarnya.

RM Boedhi yang juga koordinator Komisi A DPRD Kabupaten Mojokerto ini menyebut, tengara jual-beli penerimaan CPNS ini semakin menguat, ketika Pemkab Mojokerto enggan menggunakan ITS sebagai konsultan. “Mereka memilih menggunakan perguruan tinggi lain,” katanya. Pengalaman tahun lalu, ujarnya, ITS menolak untuk mengubah nilai hasil tes peserta. “Tahun lalu, pemkab menggunakan ITS, dan sempat ada yang melobi untuk mengubah hasil ujian salah satu calon agar lolos, tetapi itu ditolak,” katanya. Apalagi, lanjutnya, pada periode kali ini penerimaan CPNS tersebut merupakan kewenangan otonomi daerah. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang merupakan kewenangan pemerintah pusat. Jadi, siapa-siapa yang bakal lolos menjadi CPNS ditentukan oleh daerah.

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Penerimaan CPNS Kabupaten Mojokerto Arief Soemartono mengatakan, pihaknya bakal transparan dalam penerimaan CPNS. Salah satu bentuk transparansi ini dengan terus mengumumkan secara online siapa-siapa saja yang mendaftar. “Kami terbuka, semua bisa melihat, nanti akan kami pasang layar monitor di pendopo, agar semua pihak dapat melihat siapa saja yang mendaftarkan diri,” katanya.
Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Mojokerto (AMPM) Iwut Widiantoro mengemukakan, transparansi mestinya bukan hanya pada pendaftaran. Tetapi juga pada hasil tes yang dilakukan. “Mestinya diumumkan secara terbuka, nilai-nilai dari hasil tes CPNS nanti. Bukan hanya pada pendaftaran belaka,” katanya. surya.co.id

Pelamar CPNS Minta Bantuan Paranormal

Ketatnya persaingan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) membuat para calon peserta menempuh berbagai cara agar bisa lolos masuk. Seperti yang terjadi di Tuban, sejak dibukanya pendaftaran peserta 26 Oktober lalu, beberapa pelamar CPNS mendatangi paranormal untuk meminta bantuan.

Teguh Widodo, salah satu paranormal yang berpraktik di Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, Tuban, mengakui bahwa beberapa hari terakhir ia didatangi beberapa orang yang meminta bantuan agar bisa lolos masuk PNS. “Itu kan usaha yang dilakukan untuk bisa menjadi PNS,” kata paranormal yang biasa dipanggil mbah Teguh ini. Ketika datang ke paranormal yang merupakan murid dari Mbah Kusnan -paranormal ternama di Tuban- beberapa pelamar CPNS membawa rokok, wewangian dan berjanji akan mengadakan tasyakuran kalau akhirnya benar-benar diterima menjadi PNS. “Sebaiknya memang begitu. Kalau sudah jadi, baru melakukan tasyakuran. Soalnya, kalau sekarang sudah mengeluarkan banyak uang, nanti akan sangat menyesal jika tidak berhasil,” sambungnya. Kepada para pelamar CPNS itu mbah Teguh memberikan bekal berupa rajah untuk dibawa saat menjalani tes agar dimudahkan dalam mengerjakan soal. “Selain itu, juga ada beberapa pelamar yang meminta pengasihan agar mendapat perhatian dari tim penilai. Tujuanya juga sama, mereka ingin diterima jadi PNS,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Mbah Ri, paranormal asal Desa Kaligedhe, Kecamatan Kota, Tuban. Sejak dibukanya pendaftaran CPNS 2009 ini ada beberapa pelamar yang datang kepadanya untuk minta bantuan. Dan dalam memberikan bantuan, yang dilakukan Mbah Ri juga tidak jauh beda dengan paranormal lainnya. Yakni, memberikan beberapa doa dan rajah untuk dibawa si pelamar saat menjalani tes. “Ada beberapa yang datang ke saya dan meminta agar dibantu supaya berhasil menjadi PNS” jelasnya.

Tak hanya itu, pelamar lainnya banyak yang mendatangi kiai untuk meminta bantuan doa. Seperti yang terjadi di pondok Perut Bumi. “Mereka minta didoakan agar bisa lolos seleksi dan diterima menjadi PNS,” ungkap kiai Subhan, pengasuh pondok pesantren yang berada di kelurahan Gedungombo, Kecamatan Kota Tuban. Setelah mendoakan, kiai Subhan menyuruh para pelamar itu untuk meminum air dari sumur bawah pondok pesantren yang berada di dalam goa. Tujuanya, untuk mencari berkah dari para wali agar bisa tercapai apa yang diinginkan. “Di sini kan ada petilasan para wali, jadi dengan meminum air dari dalam sumur kita berharap mendapat berkah dan dimudahkan dalam segala urusan,” ujar kiai Subhan. Kepada pelamar CPNS yang datang kepadanya, kiai Subhan mengaku tidak meminta imbalan apapun. Ia hanya berharap yang bersangkutan tetap ingat kepada pondok dan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. “Kita hanya berpesan, jika dikabulkan menjadi PNS agar jangan takabur dan jangan sampai meninggalkan ajaran agama,” sambungnya.

Di sisi lain, beberapa warga mengaku memiliki cerita unik terkait proses ritual jika ingin dimudahkan dalam melamar pekerjaan. Termasuk wirid dengan beberapa bacaan hingga lelakon seperti berpuasa dan sebagainya. “Selain itu, saya pernah tahu bahwa ada ritual adus kethek (mandi kera) yang dilakukan seseorang jika ingin diterima saat melamar pekerjaan,” kata Subeki, warga Kota Tuban. Diceritakan, prosesi ritual adus kethek adalah mandi dengan empat jenis air berbeda yang dilakukan secara berurutan. Yang pertama mandi dengan air comberan, kemudian dilanjutkan dengan mandi menggunakan air es dan setelah itu mandi menggunakan air tambak. Yang terakhir, mandi dengan air langsung dari sumur untuk berbilas.

Kendati demikian, tidak semua pelamar CPNS percaya dengan ritual-ritual semacam itu. Beberapa pelamar yang ditemui Surya mengaku yakin dengan kemampuan dan ijazah yang dimikinya. “Saya cukup berdoa dan berusaha dengan kemampuan saya saja. Semoga bisa ikut ujian selesksi dan dapat mengerjakan soal dengan baik sehingga diterima,” ujar Vera, salah satu pelamar CPNS untuk formasi guru di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban. surya.co.id